Google melakukan gebrakan dengan memperkenalkan Chrome OS. Software itu siap masuk netbook tahun depan dan bisa menjadi ancaman serius Microsoft Windows. Blog Archive
Tuesday, 6 April 2021
Terbaru : Netbook Google Siap Mengguncang Dunia
Google melakukan gebrakan dengan memperkenalkan Chrome OS. Software itu siap masuk netbook tahun depan dan bisa menjadi ancaman serius Microsoft Windows. Monday, 4 January 2010
Plat Kuning - Plat MErah
pejabat dan pemberian fasilitas kendaraan umum untuk masyarakat. Sungguh Ironi bangsa ini dimana masih tinggi tingkat kemisminan, Pengangguran, Anggka Kurang Gizi, Putus Sekolah, dan buruknya layanan kesehatan untuk masyarakat, pemerintah SBY yang katanya di pilih rakyat (walau tidak semua memilihnya) menghambur-hamburkan uang untuk membeli mobil mewah untuk para pejabat negera,Tidak hanya para menteri, pimpinan dewan juga mendapat jatah yang sama Sekretariat Negara membagi-bagikan 150 unit mobil itu kepada para pejabat tinggi negara
Sungguh Sebuah DOSA besar yang dilakukan oleh para pejabat Tinggi negera, sebuah penistaan atas amanat kepercayaan rakyat,
dimana saat pemilu semua memberi janji manis tidak perduli dari partai oposisi atau partai Koalisi pemerintah, semua berjanji manis, tapi apa boleh di kata Tabiat dari para pejabat yang hanya "memanfaatkan rakyat " jika ada maunya pun terulang, kekecewaan puluhan tahun terulang kembali, Pejabat saat ini sama saja dengan jaman SOeharto.
Mungkinkah semboyan "Bisa" yang di dengungkan Partai penguasa saat ini adalah kependekan dari "bisa membodohi rakyat, Bisa memaksimalkan Korupsi, dan Bisa-bisa lainya seperti Ular yang berbisa". Melihat Kelakuan dari para pejabat rasa pesimistis pasti telah melekat di sanubari Rakyat. Pemberian adalah mobil dinas itu adalah sebuah akal bulus untuk menghabiskan anggaran negara, belum menunjukan kinerjanya tetapi sudah minta fasilitas mewah.
Coba bandinkan dengan fasilitas yang di terima oleh rakyat (plat kuning) kita bisa saksikan di jalan-jalan dimana hampir sebagian besar pemilik syah bangsa ini (rakyat Indonesia) mendapat fasilitas kendaraan Butut yang mengantar mereka menjalani kehidupan, dengan adanya Impor Mobil bekas untuk kendaraan Umum, Impor kereta bekas untuk, fasilitas Umum, mengapa hal itu tidak dilakukan untuk jatah Kendaraan pejabat yaitu import mobil bekas untuk para pejabat yang ada.
Dan saat ini di balik fasilitas yang mewah, banyak kendaraan plat merah yang di pakai untuk kepentingan pribadi, di pakai jalan-jalan ke MAll, Atau pelesiran ke daerah-daerah wisata. Mungkin sudah saatnya di buat jajak pendapat kepada masyarakat perlukah seorang pejabat mendapat fasilitas yang lux, sedangkan rakyat sedang menderita. Masih teringat di benak kita mengenai kasus Lapindo yang sampai ini masih terkatung-katung, dimana Ribuaan Orang menderita karenanya, tetapi apa reaksi pejabat.. hanya sebuah retorika tidak ada penyelesaian secara komprehensif dan menyeluruh untuk rakyatnya.
Alasan pergantian kendaraan juga sangat lucu. Sekretariat Negara beranggapan bahwa mobil yang lama patut diganti karena sering masuk bengkel. Alasan yang menurut kita mengada-ada dan hanya berdalih dari sesuatu yang menjadi sorotan publik.sangat kontras dengan mereka yang juga menjadi pejabat di negara lain padahal kalau mau dibandingan, kehidupan ekonomi di negara-negara yang kita sebutkan di atas jauh lebih baik daripada kita.Kalau keadaan ini dibiarkan maka ujung-ujungnya hanyalah masalah waktu bahwa rakyat akan marah dan menyimpan kekecewaan. Masyarakat yang sulit mencari nafkah dan hidup hanya dari hari ke hari, tidak pernah membayangkan besarnya uang miliaran rupiah. Karena itu mereka akan sangat mudah terprovokasi kalau menyaksikan parade mobil-mobil mewah itu di gedung pemerintah dan gedung parlemen. Pemberi mandat hidup hina dan miskin sementara yang menerima mandat hidup sesuka hati dalam kemewahannya.
Coba kita bandingkan dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan angka kemiskinan pada Maret 2009 sebesar 14,15% atau sebanyak 32,53 juta jiwa. sejak 2004--2009 angka kemiskinan hanya turun 2,45% dari 16,6% menjadi 14,15% atau hanya berkurang 3,57 juta jiwa. atau kita bisa lihat angka penganguran terbuka kita bisa dapatkan Angka Pengangguran 2009 Naik Jadi 9% Jumlah Pengangguran di Indonesia 9,43 Juta Orang.
Sungguh Ironi, dengan 150 Mobil mewah dan fasilitas mewah yang di terima pejabat, padahal sebenarnya dana pengadaan satu mobil i bisa digunakan untuk besaiswa bagi masyarakat. Untuk biaya pengadaan satu mobil bisa menggratiskan biaya pendidilan sekitar 2.300 siswa setingkat SMP dalam setahun. "Harga satu mobil itu dapat membiayai 2.300 siswa SMP selama satu tahun," lalu bagaimana dangan 150 mobil, silahkan anda kalikan sendiri.
Seandainya uang yang digunakan untuk diberikan sebagai fasilitas mewah di pakai untuk kepentingan rakyat seperti membuatkan fasilitas untuk rakyat seperti proyek perbaikan kendaran umum, atau pemberian perumahan murah untuk rakyat, atau perbaikan Gizi untuk balita dan pemberantasan gizi buruk, atau pemberian gratis pendidikan untuk seluruh rakyat Indonesia, atau Pengentasan kemiskinan dengan membuat Perushaan yang membantu mengurangi kemiskinan, dan program-program pro kepada rakyat.
Memang alasan pemberian fasilitas mewah untuk menekan angka korupsi, tetapi kenyataanya para pejabat yang mendapat fasilitas mewah tetap korupsi, malah angka korupsi meningkat, jadi benarkah pejabat yang mendapat gaji dan fasilitas tidak akan korupsi, jawabnya tidak juga. jadi dari pada di berikan kepada pejabat yang korup yang selalu mencari peluang untuk korupsi, lebih baik di berikan untuk kesejahteraan rakyat bukan untuk kesejahteraan pejabat.
Apakah kita akan diam dan berpangku tangan melihat kesewenang-wenangan yang terjadi, melihat drama pelecehan keadilan yang terus-menerus di pertontonkan oleh para pejabat, tidakah anda marah, geram, gusar, melihat ini, mengapa untuk rakyat selalu
kekurangan dana, mengapa untuk Mobil yang tidak sepatutnya pemerintah terlalu bermurah hati, maka saya mengajak masyarakat untuk bersatu.. mari kita mendukung "gerakan 2.000.000 Facebooker Tolak Fasilitas Mewah Pejabat Negara"
http://www.facebook.com/home.php?ref=home#/group.php?gid=228157770845&ref=ts .....
ayo mulai undang teman-teman anda bergabung dalam gerakan ini facebook ini, kalau bukan kita siapa lagi yang peduli pada nasib bangsa ini.... saatnya kita bersatu dan beraksi untuk nasib kita.. yang selalu di bohongi dan di buat bodoh oleh para pejabat korup....
Tulisan ini saya posting di
Htpp://erwin-arianto.blogspot.com
Monday, 1 June 2009
Inilah Daftar Tuntutan Amerika Untuk SBY Bila Jadi Presiden
Seorang mantan Menteri di era Pemerintahan pasca Soeharto, mengaku memperoleh banyak masukan dari beberapa orang yang selama ini menjadi anggota Tim Sukses SBY. Informasi itu menyangkut issue seputar keterlibatan Amerika Serikat dibelakang kenaikan SBY sebagai Presiden RI. Ternyata keterlibatan semacam AIPAC, Pentagon, NSC, China perantauan, dan para Lobbyist Indonesia di Kongres negara adidayaa itu tidak bohong 100 persen. Keterlibatan mereka memang ada, meski ditutup-tutupi oleh kedua belah pihak.
Menurut mantan menteri yang hobbinya mancing itu, beberapa "tuntutan" negara adidaya itu memang masuk akal bagi kepentingan kapitalis globalnya. Dulu ketika dia masih menjabat di pemerintahan, daftar "keinginan" negara adidaya itu juga pernah disodorkan Presiden kepadanya yang menerima "pesan" itu melalui Dubes AS di Jakarta. Tapi kondisi dalam negeri yang saat itu sedang "chaos" akibat angin Reformasi yang berhembus kencang, sehingga beberapa bagian tuntutan itu tak semuanya bisa "dibayarkan" hingga dia keluar dari kabinet karena berubahnya pemerintahan saat itu.
Menurut mantan menteri ini, mungkin saja AS masih menagih atas daftar tuntutannya yang belum kesampaian di negeri ini. "Nah, secara kebetulan pak SBY yang mau menerima "syarat" itu", katanya enteng. Apa saja sebenarnya yang diinginkan pihak Amerika untuk negeri kita saat ini?
Di bidang Ekonomi
Mantan Menteri itu mengatakan tuntutan negeri Paman Sam itu masih berkisar pada izin konsesi untuk tambang minyak dan gas bumi serta mineral lainnya. Misalnya saja izin konsesi untuk tambang tembaga dan emas di pulau Irian yang dikerjakan oleh PT Free Port. Mereka minta konsesi 100 thn untuk explorasi dan produksi, serta tambahan cakupan wilayah konsesi hingga mencapai 10 persen wilayah pulau kaya mineral itu.
Sementara untuk minyak dan gas bumi, mereka minta jaminan yang sama untuk PT Caltex Indonesia di Riau, PT Exxon untuk Aceh serta perluasan konsesi tambang migas untuk perusahaan UNOCAL di Kalimantan dan lepas pantainya. Dan diizinkan pula perusahaan AS ini membuka konsesi baru di wilayah kepala burung pulau Irian yang kaya itu.
Sementara untuk explorasi tambang gas terbesar di dunia, yaitu kepulauan Natuna, buah hasil kunjungan Presiden Clinton ke Jakarta beberapa tahun lalu, mereka juga prinsipnya meminta jaminan hukum dan kepastian yang membuat investasi mereka kelak di wilayah itu aman dari berbagai tuntutan rakyat Indonesia.
Untuk sektor diluar pertambangan, kepentingan ekonomi AS yang diangap penting di negeri ini adalah operasi Lembaga Keuangan dan Perbankan Internasionalnya. Kata pak mantan menteri itu, mereka meminta Bank Indonesia dan Depkeu mengizinkian pembukaan cabang-cabang yang lebih luas untuk operasi perbankan dan lembaga keuangan asing, termasuk pasar uang dan pasar modal, di semua ibukota propinsi dan kota-kota metropolis lainnya di Indonesia. Selama ini memang operasi bank-bank asing semacam Citibank, terbatas di Jakarta dan kota besar di Jawa saja seperti Bandung dan Surabaya.
Sementara itu mereka juga meminta SBY kelak lebih mempererat kerjasama ekonomi dengan teman lama yaitu IMF, WB dan forum APEC. Juga menyangkut kebijakan Pemerintah Indonesia ke depan yang menjamin terjadinya proses Liberasi Ekonomi yang lebih agresif dan sehat. Termasuk melanjutkan privatisasi BUMN seperti zaman pemerintahan Megawati. Dan diizinkannya pihak asing menguasai asset BUMN hingga 100 persen dalam 5-10 tahun ke depan. Pesanan yang terakhir ini, kata pak mantan menteri itu, lebih merupakan "pesanan" para China Hoakiao yang berjasa memberikan pendanaan kepada partai Demokrat. Mereka ini di koordinasi oleh BUMN Singapore yang selama ini rajin memborong asset-asset Pemerintah RI yang dilego Megawati melalui kementrian BUMN.
Bahkan atas titipan Singapore tampaknya, pihak AS minta agar diizinkannya 'menyewa' dan 'mengexplorasi' beberapa pulau kecil yang tidak berpenghuni ke pihak asing dengan perlindungan hukum yang jelas. Juga ada tuntutan untuk diberikannya jaminan kebebasan oleh otoritas moneter Indonesia dalam proses transfer dana hasil keuntungan jaringan bisnis Internasional yang beroperasi disini tanpa ada lagi pembatasan jumlah dana yang keluar Indonesia. Dan untuk menjamin terlaksananya kebijakan ini, tak tanggung-tanggung mereka menitipkan sejumlah nama calon Menteri Ekonomi yang akan paham betul bagaimana kepentingan AS disini antara lain: Sri Mulyani, Marie Pangestu,Iwan Jaya Aziz, Dorojatun K Jakti, Baihaki Hakim, dan ECW Neloe.
Di bidang Militer dan Keamanan Regional
Informasi yang didapat pak Menteri menyebutkan bahwa Pemerintah AS, khususnya Pentagon, menginginkan Pemerintahan SBY kelak mendukung upaya AS dan negara sekutunya untuk melakukan internasionalisi selat Malaka dalam jangka waktu 2-3 tahun ke depan. Sementara untuk dalam negeri, pihak AS tampaknya ingin sekali melihat reformasi juga terjadi secara prinsipiil dalam organisasi TNI. Mereka meminta Pemerintahan SBY mempelopori upaya penghapusan fungsi territorial TNI dalam kurun waktu 5 tahun pemerintahannya. Juga mereka mendesak agar kekuatan TNI-Laut yaitu armada timur dan barat dilebur dan dihapuskan menjadi komando utama saja yang berpusat di Jakarta.
Bagaimana dengan persenjataan TNI yang selama ini diboikot AS? Mereka meminta kepada Pemerintahan SBY kelak agar usaha modernisasi persenjataan TNI tetap mengacu pada sistem persenjataan negara adidaya itu. Mereka meminta pembelian senjata ex-AS dilakukan tidak langsung dan cukup senjata bekas pakai dari negara ketiga yaitu: Korsel, Taiwan dan Israel. Sementara itu mereka juga meminta Pemerintah SBY membentuk badan baru di bidang intelejen kepolisian (semacam FBI) dengan berintikan anggota Detasemen 88 yang sebelumnya telah dididik FBI untuk penanggulangan terrosime global.
Di bidang Politik dan Diplomasi
Mereka meminta agar Pelembagaan KPU dilakukan secara tetap untuk masa jabatan 5 tahun yad, melalui mekanisme hukum yang tegas dan lebih kuat sehingga tak mudah di intervensi dan digoyang DPR. Sementara di bidang otonomi daerah, mereka juga mengusulkan revisi UU Otonomi Daerah yang menjamin tiap Propinsi di Indonesia bisa lebih luwes dalam berhubungan secara langsung dgn pihak luar negeri, terutama dalam arus modal, tanpa menunggu Jakarta. Mereka juga berkeinginan melalu revisi UU Otoda itu, kelak propinsi-propinsi diIndonesia bisa mandiri sehingga suatu saat nanti akan mengarahkan NKRI menjadi negara Federal. Di bidang kepartaian, mereka meminta SBY agar bisa memikirkan sistem Multi Partai yang ada sekarang ini mulai dibatasi sehingga tersisa sekitar 2-3 parpol saja di masa depan seperti di AS.
Dalam diplomasi Internasional, pihak AS minta bantuan Pemerintahan SBY sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia ikut aktif membantu kebijakan AS di Timur Tengah. Indonesia diminta untuk mendekati negeri-negeri Arab garis keras untuk bersikap moderat dan membantu Israel untuk merumuskan formula perdamainnya sendiri di Palestina. Indonesia diharapkan AS berperan aktif pula dalam kampanye melawan terrorisme internasional yang menjadikan Islam sebagai tameng.
Islam Fundamentalis dan Dunia Kampus
Sementara itu untuk mencegah munculnya Islam Fundamentalisme dalam pendidikan di ponpes-ponpes di seluruh Indonesia, mereka mendesak Pemerintahan SBY kelak memiliki kewenangan mengatur ponpes-ponpes itu seperti Departemen Pendidikan mengatur sekolah-sekolah swasta. Pengaturan dan intervensi Pemrintah itu meliputi sistem pembelajarannya dan terutama kurikulum. Dan untuk mengimbangi perkembangan paham fundamentalisme di Indonesia, mereka mendesak agar Pemerintahan SBY kelak mendorong tumbuh-berkembangnya kajian-kajian Keislaman Moderat semacam Lembaga Kajian yang ada di negara-negara maju saat ini. Mungkin yang mereka maksud adalah semacam Jaringan Islam Liberal (JIL) yang sudah mereka danai selama ini.
Bagaimana dengan dinamika kampus-kampus di Indonesia yang selama ini menjadi sumber perubahan di Republik ini? Ternyata Pemerintah AS berencana akan meyekolahkan ratusan pemuda Indonesia kembali setiap tahunnya seperti di masa lalu, dengan program bea siswa yang didanai oleh Deplu AS dan Lembaga Donasi lainnya di AS. Maksud program itu intinya agar mereka memiliki persepsi yang pas tentang Amerika Modern dewasa ini. Pihak AS juga sudah akan membuka pusat-pusat layanan Informasi di berbagai kampus di seluruh Indonesia (sebuah sudah di bangun AS di Univ. Muhammadiyah Malang tahun ini), menyangkut informasi seputar kehidupan bangsa Amerika. Hal sama akan mereka lakukan melalui badan penyiaran Internasional AS yaitu "Voice of America (VoA)" yang akan merintis lebih banyak lagi unit-unit siaran mereka di Indonesia dalam bentuk kerjasama dalam materi pemberitaan dan siaran untuk radio maupun televisi di sluruh Indonesia.
Sumber Forum.swaramuslim.net
Inilah Daftar Tuntutan Amerika Untuk SBY Bila Jadi Presiden
Seorang mantan Menteri di era Pemerintahan pasca Soeharto, mengaku memperoleh banyak masukan dari beberapa orang yang selama ini menjadi anggota Tim Sukses SBY. Informasi itu menyangkut issue seputar keterlibatan Amerika Serikat dibelakang kenaikan SBY sebagai Presiden RI. Ternyata keterlibatan semacam AIPAC, Pentagon, NSC, China perantauan, dan para Lobbyist Indonesia di Kongres negara adidayaa itu tidak bohong 100 persen. Keterlibatan mereka memang ada, meski ditutup-tutupi oleh kedua belah pihak.
Menurut mantan menteri yang hobbinya mancing itu, beberapa "tuntutan" negara adidaya itu memang masuk akal bagi kepentingan kapitalis globalnya. Dulu ketika dia masih menjabat di pemerintahan, daftar "keinginan" negara adidaya itu juga pernah disodorkan Presiden kepadanya yang menerima "pesan" itu melalui Dubes AS di Jakarta. Tapi kondisi dalam negeri yang saat itu sedang "chaos" akibat angin Reformasi yang berhembus kencang, sehingga beberapa bagian tuntutan itu tak semuanya bisa "dibayarkan" hingga dia keluar dari kabinet karena berubahnya pemerintahan saat itu.
Menurut mantan menteri ini, mungkin saja AS masih menagih atas daftar tuntutannya yang belum kesampaian di negeri ini. "Nah, secara kebetulan pak SBY yang mau menerima "syarat" itu", katanya enteng. Apa saja sebenarnya yang diinginkan pihak Amerika untuk negeri kita saat ini?
Di bidang Ekonomi
Mantan Menteri itu mengatakan tuntutan negeri Paman Sam itu masih berkisar pada izin konsesi untuk tambang minyak dan gas bumi serta mineral lainnya. Misalnya saja izin konsesi untuk tambang tembaga dan emas di pulau Irian yang dikerjakan oleh PT Free Port. Mereka minta konsesi 100 thn untuk explorasi dan produksi, serta tambahan cakupan wilayah konsesi hingga mencapai 10 persen wilayah pulau kaya mineral itu.
Sementara untuk minyak dan gas bumi, mereka minta jaminan yang sama untuk PT Caltex Indonesia di Riau, PT Exxon untuk Aceh serta perluasan konsesi tambang migas untuk perusahaan UNOCAL di Kalimantan dan lepas pantainya. Dan diizinkan pula perusahaan AS ini membuka konsesi baru di wilayah kepala burung pulau Irian yang kaya itu.
Sementara untuk explorasi tambang gas terbesar di dunia, yaitu kepulauan Natuna, buah hasil kunjungan Presiden Clinton ke Jakarta beberapa tahun lalu, mereka juga prinsipnya meminta jaminan hukum dan kepastian yang membuat investasi mereka kelak di wilayah itu aman dari berbagai tuntutan rakyat Indonesia.
Untuk sektor diluar pertambangan, kepentingan ekonomi AS yang diangap penting di negeri ini adalah operasi Lembaga Keuangan dan Perbankan Internasionalnya. Kata pak mantan menteri itu, mereka meminta Bank Indonesia dan Depkeu mengizinkian pembukaan cabang-cabang yang lebih luas untuk operasi perbankan dan lembaga keuangan asing, termasuk pasar uang dan pasar modal, di semua ibukota propinsi dan kota-kota metropolis lainnya di Indonesia. Selama ini memang operasi bank-bank asing semacam Citibank, terbatas di Jakarta dan kota besar di Jawa saja seperti Bandung dan Surabaya.
Sementara itu mereka juga meminta SBY kelak lebih mempererat kerjasama ekonomi dengan teman lama yaitu IMF, WB dan forum APEC. Juga menyangkut kebijakan Pemerintah Indonesia ke depan yang menjamin terjadinya proses Liberasi Ekonomi yang lebih agresif dan sehat. Termasuk melanjutkan privatisasi BUMN seperti zaman pemerintahan Megawati. Dan diizinkannya pihak asing menguasai asset BUMN hingga 100 persen dalam 5-10 tahun ke depan. Pesanan yang terakhir ini, kata pak mantan menteri itu, lebih merupakan "pesanan" para China Hoakiao yang berjasa memberikan pendanaan kepada partai Demokrat. Mereka ini di koordinasi oleh BUMN Singapore yang selama ini rajin memborong asset-asset Pemerintah RI yang dilego Megawati melalui kementrian BUMN.
Bahkan atas titipan Singapore tampaknya, pihak AS minta agar diizinkannya 'menyewa' dan 'mengexplorasi' beberapa pulau kecil yang tidak berpenghuni ke pihak asing dengan perlindungan hukum yang jelas. Juga ada tuntutan untuk diberikannya jaminan kebebasan oleh otoritas moneter Indonesia dalam proses transfer dana hasil keuntungan jaringan bisnis Internasional yang beroperasi disini tanpa ada lagi pembatasan jumlah dana yang keluar Indonesia. Dan untuk menjamin terlaksananya kebijakan ini, tak tanggung-tanggung mereka menitipkan sejumlah nama calon Menteri Ekonomi yang akan paham betul bagaimana kepentingan AS disini antara lain: Sri Mulyani, Marie Pangestu,Iwan Jaya Aziz, Dorojatun K Jakti, Baihaki Hakim, dan ECW Neloe.
Di bidang Militer dan Keamanan Regional
Informasi yang didapat pak Menteri menyebutkan bahwa Pemerintah AS, khususnya Pentagon, menginginkan Pemerintahan SBY kelak mendukung upaya AS dan negara sekutunya untuk melakukan internasionalisi selat Malaka dalam jangka waktu 2-3 tahun ke depan. Sementara untuk dalam negeri, pihak AS tampaknya ingin sekali melihat reformasi juga terjadi secara prinsipiil dalam organisasi TNI. Mereka meminta Pemerintahan SBY mempelopori upaya penghapusan fungsi territorial TNI dalam kurun waktu 5 tahun pemerintahannya. Juga mereka mendesak agar kekuatan TNI-Laut yaitu armada timur dan barat dilebur dan dihapuskan menjadi komando utama saja yang berpusat di Jakarta.
Bagaimana dengan persenjataan TNI yang selama ini diboikot AS? Mereka meminta kepada Pemerintahan SBY kelak agar usaha modernisasi persenjataan TNI tetap mengacu pada sistem persenjataan negara adidaya itu. Mereka meminta pembelian senjata ex-AS dilakukan tidak langsung dan cukup senjata bekas pakai dari negara ketiga yaitu: Korsel, Taiwan dan Israel. Sementara itu mereka juga meminta Pemerintah SBY membentuk badan baru di bidang intelejen kepolisian (semacam FBI) dengan berintikan anggota Detasemen 88 yang sebelumnya telah dididik FBI untuk penanggulangan terrosime global.
Di bidang Politik dan Diplomasi
Mereka meminta agar Pelembagaan KPU dilakukan secara tetap untuk masa jabatan 5 tahun yad, melalui mekanisme hukum yang tegas dan lebih kuat sehingga tak mudah di intervensi dan digoyang DPR. Sementara di bidang otonomi daerah, mereka juga mengusulkan revisi UU Otonomi Daerah yang menjamin tiap Propinsi di Indonesia bisa lebih luwes dalam berhubungan secara langsung dgn pihak luar negeri, terutama dalam arus modal, tanpa menunggu Jakarta. Mereka juga berkeinginan melalu revisi UU Otoda itu, kelak propinsi-propinsi diIndonesia bisa mandiri sehingga suatu saat nanti akan mengarahkan NKRI menjadi negara Federal. Di bidang kepartaian, mereka meminta SBY agar bisa memikirkan sistem Multi Partai yang ada sekarang ini mulai dibatasi sehingga tersisa sekitar 2-3 parpol saja di masa depan seperti di AS.
Dalam diplomasi Internasional, pihak AS minta bantuan Pemerintahan SBY sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia ikut aktif membantu kebijakan AS di Timur Tengah. Indonesia diminta untuk mendekati negeri-negeri Arab garis keras untuk bersikap moderat dan membantu Israel untuk merumuskan formula perdamainnya sendiri di Palestina. Indonesia diharapkan AS berperan aktif pula dalam kampanye melawan terrorisme internasional yang menjadikan Islam sebagai tameng.
Islam Fundamentalis dan Dunia Kampus
Sementara itu untuk mencegah munculnya Islam Fundamentalisme dalam pendidikan di ponpes-ponpes di seluruh Indonesia, mereka mendesak Pemerintahan SBY kelak memiliki kewenangan mengatur ponpes-ponpes itu seperti Departemen Pendidikan mengatur sekolah-sekolah swasta. Pengaturan dan intervensi Pemrintah itu meliputi sistem pembelajarannya dan terutama kurikulum. Dan untuk mengimbangi perkembangan paham fundamentalisme di Indonesia, mereka mendesak agar Pemerintahan SBY kelak mendorong tumbuh-berkembangnya kajian-kajian Keislaman Moderat semacam Lembaga Kajian yang ada di negara-negara maju saat ini. Mungkin yang mereka maksud adalah semacam Jaringan Islam Liberal (JIL) yang sudah mereka danai selama ini.
Bagaimana dengan dinamika kampus-kampus di Indonesia yang selama ini menjadi sumber perubahan di Republik ini? Ternyata Pemerintah AS berencana akan meyekolahkan ratusan pemuda Indonesia kembali setiap tahunnya seperti di masa lalu, dengan program bea siswa yang didanai oleh Deplu AS dan Lembaga Donasi lainnya di AS. Maksud program itu intinya agar mereka memiliki persepsi yang pas tentang Amerika Modern dewasa ini. Pihak AS juga sudah akan membuka pusat-pusat layanan Informasi di berbagai kampus di seluruh Indonesia (sebuah sudah di bangun AS di Univ. Muhammadiyah Malang tahun ini), menyangkut informasi seputar kehidupan bangsa Amerika. Hal sama akan mereka lakukan melalui badan penyiaran Internasional AS yaitu "Voice of America (VoA)" yang akan merintis lebih banyak lagi unit-unit siaran mereka di Indonesia dalam bentuk kerjasama dalam materi pemberitaan dan siaran untuk radio maupun televisi di sluruh Indonesia.
Sumber Forum.swaramuslim.net, http://wildanhasan.blogspot.com/2009/05/inilah-daftar-tuntutan-amerika-untuk.html
Wednesday, 27 May 2009
Mengeluh Lewat Milis, Ibu Rumah Tangga Ditahan
Sidang digelar pekan depan.
TANGERANG - Prita Mulyasari, ibu dengan dua anak, ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Wanita Tangerang sebagai tersangka kasus pencemaran nama baik Rumah Sakit Internasional Omni Hospital, Alam Sutra, Serpong, Tangerang Selatan.
"Dititipkan di sini sejak 13 Mei lalu oleh Kejaksaan Negeri Tangerang," kata Arti Wirastuti, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Wanita Tangerang, di kantornya kemarin.
Prita, warga Vila Melati Mas Residence, Serpong, mendekam di Paviliun Menara, ruang tahanan khusus titipan yang menunggu persidangan. Arti menolak permintaan Tempo untuk bertemu Prita.
Ia dijerat dengan Pasal 27 ayat 3 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, yang isinya, "Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik."
Sanksi atas pelanggaran pasal itu berupa hukuman penjara maksimal enam tahun dan atau denda maksimal Rp 1 miliar.
Anggota tim jaksa penuntut umum Kejaksaan Negeri Tangerang, Haryadi, mengatakan baru pada 25 Mei lalu dia menerima berkas kasus nomor 55-1/2009 itu dari Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Metro Jaya.
Kasus ini bermula dari surat elektronik Prita yang berisi keluhannya ketika dirawat di unit gawat darurat Omni Internasional pada 7 Agustus 2008. Surat yang semula hanya ditujukan ke sebuah mailing list (milis) itu ternyata beredar ke pelbagai milis dan forum di Internet, dan diketahui oleh manajemen Rumah Sakit Omni.
PT Sarana Mediatama Internasional, pengelola rumah sakit itu, lalu merespons dengan mengirim jawaban atas keluhan Prita ke beberapa milis dan memasang iklan di harian nasional. Belakangan, PT Sarana juga menggugat Prita, baik secara perdata maupun pidana, dengan tuduhan pencemaran nama baik.
Pengadilan Negeri Tangerang memutuskan perkara gugatan perdata nomor 300/PDG/6/2008/PN-TNG itu sekitar dua pekan yang lalu. Ketua Pengadilan Herri Swantoro menolak menjelaskan putusannya. "Karena pada 25 Mei 2009 kedua belah pihak menyatakan banding," ujarnya kemarin.
Herri memastikan persidangan pidana kasus ini akan digelar pekan depan dan dipimpin oleh Wakil Ketua Pengadilan Negeri Tangerang. "Semua sudah disiapkan."
Pengacara PT Sarana, Hadi, belum memberikan penjelasan. "Nanti hubungi saya lagi," katanya kemarin.
Ia tak menjawab ketika Tempo menghubunginya kembali dan mengirim pesan singkat ke telepon selulernya.
Keluarga Prita pun bungkam. "Saya tak berani ngomong, ini amanat Prita," kata Arief, kakak kandung Prita, dua hari yang lalu. JONIANSYAH | HAMLUDDIN | JOBPIE S
Thursday, 14 May 2009
Facebook Diserang Hacker
Boston, Jumat
Hati-hati dan waspadalah bagi Anda para anggota situs jejaring sosial Facebook. Para peretas (hacker) melancarkan serangan terhadap 200 juta pengguna Facebook, Kamis (14/5).
Mereka berhasil mengumpulkan kata sandi (password) dari jutaan pengguna Facebook selama mereka 'menjarah' para anggota situs jejaring sosial populer itu.
Juru bicara Facebook, Barry Schnitt, Kamis, mengatakan bahwa laman jejaring sosial itu tengah dalam proses pembersihan karena rusak dibobol serangan peretas.
Dia menyatakan bahwa Facebook telah memblok akun-akun yang terkena serangan, namun menolak mengungkapkan berapa banyak akun yang terkena serangan itu.
Para hacker mendapatkan banyak kata sandi melalui apa yang disebut sebagai serangan phising (pancingan) yang membobol akun sejumlah anggota Facebook dan kemudian mengirimkan pesan e-mail ke teman-teman sang pemilik akun dengan meminta mereka mengklik situs-situs palsu.
Situs-situs palsu ini dirancang seperti laman Facebook, sementara para korban diatur sedemikian rupa untuk masuk kembali (log) ke situs yang dianggapnya Facebook, padahal sebenarnya mereka sedang memasuki salah satu situs yang dikendalikan para peretas dan tanpa sadar pengguna Facebook telah memberikan kata sandi mereka kepada peretas.
Tujuan serangan peretasan seperti ini umumnya dikelaskan sebagai pencurian dan menyebarkan pesan-pesan sampah (spam).
Domain-domain palsu milik peretas itu diantaranya adalah www.151.im, www.121.im dan www.123.im. Facebook sendiri telah menghapus semua referensi yang berhubungan dengan domain-domain palsu tersebut.
Schnitt mengatakan bahwa tim keamanan jaringan Facebook percaya bahwa para peretas hendak mengumpulkan sebanyak-banyaknya informasi penting (menyangkut pengguna Facebook) dan kemudian menggunakan akun-akun terbobol itu untuk mengirimkan pesan-pesan palsu berisi tawaran produk farmasi dan produk-produk lain yang semuanya palsu kepada para anggota Facebook lainnya.
Facebook telah memerangi serangan serupa dua minggu lalu, kata Schnitt.
Facebook yang dimiliki perseorangan dan jejaring sosial pesaingnya MySpace yang dimiliki News Corp, mewajibkan para pengirim pesan dalam jejaring sosial untuk menjadi anggotanya dan merahasiakan data pengguna dari orang yang tidak memiliki akun. Oleh karena itu, para pengguna Facebook cenderung tidak mencurigai pesan-pesan yang mereka terima.
Para peretas melancarkan serangan phising tahun lalu untuk menyebarkan virus jahat yang dikenal dengan nama Koobface (merujuk pada Facebook).
Virus ini terunduh melalui komputer pribadi milik anggota Facebook ketika pengguna mengklik situs yang dikirimkan kepadanya melalui e-mail yang kelihatannya dikirimkan teman mereka sesama anggota Facebook. (Ant/luc)
Thursday, 8 January 2009
AIESEC Carrer day 16 Jan 2009 Di senayan
What Is Career Days ?
Career Days is the largest annual project run by AIESEC Local Committee University of Indonesia, and will be held for the 16th time on 2009. The aim is to bridge the gap between the education environment and the business society, because a positive relationship between these two institutions will bring mutual benefits, which in the long term, will contribute directly towards the development of the nation.
Career Days 2009 consists of 5 continuous events that will be held simultaneously in two days, which are:
1. Company Presentation
Company participants will give an overview about their organization and have interactive dialogue with visitors. Open for public.
2. Company Exhibition
Booths will be opened for more information about the related companies. Visitors can submit their CVs on D-day. We also open online CV submission before D-Day through this website (detailed information in send CV menu). The Exhibition will be held for both days of the event.
3.Seminar & Talk Show
These seminar and talk show will be informing roundabouts:
a. Stepping up and building your own inspiring career
b. Overcoming a different educational background in your career
4. Walk-In Interview
Interviews at the day of the event can be conducted if necessary.
5. Recruitment
Applicants who are chosen will have to attend the recruitment sessions that will be held after the event.To Joint Send your CV Here
Monday, 29 December 2008
Panasonic Akusisi Sanyo

(Dajiyuan 19 Desember) Panasonic Jepang (dulu Matsushita Electric) pada tanggal 19 mengatakan, karena pemegang saham besar Sanyo Electric setuju untuk menjual saham, hambatan perusahaan tersebut untuk mengakuisisi Sanyo Electric telah terhindarkan. Dilaporkan bahwa akuisisi ini di Jepang dalam beberapa tahun terakhir adalah transaksi yang paling besar. Panasonic akan melebihi Hitachi dan Sony, dan akan menjadi produsen listrik terpadu yang paling besar di Jepang.
Menurut Central News Agency, Panasonic mengatakan bahwa setelah grup investor Goldman Sachs di Amerika bersepakat dengan pemegang saham utama lainnya untuk menjual saham, perusahaan tersebut telah mencapai kesepakatan dengan pemegang saham mayoritas ini, akan membeli sahamnya seharga 131 yen per saham, nilai transaksi ini mencapai 800 milyar yen (sekitar 90 milyar dolar US). Dalam sebuah pernyataan Panasonic mengatakan bahwa perusahaan akan meluncurkan sebuah penawaran tender agar bisa memperoleh 70,5 persen saham di Sanyo Electric.
Matsushita adalah pendahulunya Panasonic, pada tahun 1918 didirikan oleh Matsushita, pada bulan Oktober 2008 berubah nama. Pada bulan Maret tahun ini jumlah omset tahunannya mencapai 9.068.9000.000 Yen
Sanyo didirikan pada tahun 1947. Mulai tahun 2004 usahanya merosot, pada bulan Maret 2006 mengadakan rekonstruksi dan konsolidasi keuangan dasar, mengedarkan saham terpilih yang bernilai 300 milyar yen dan dibeli oleh tiga lembaga keuangan Jepang dan Amerika, hingga Maret tahun ini omset tahunannya adalah sekitar 2.017.800.000 yen. Menurut informasi bahwa untuk mengembalikan keuntungan perusahaan, perusahaan tersebut telah mem-PHK-kan ribuan orang.
Panasonic terutama melirik usaha baterai Sanyo. Menurut informasi, bahwa usaha Sanyo di bidang baterai sel surya dan baterai diisi ulang lebih matang, baterai lithium yang digunakan dalam baterai laptop komputer dan baterai ponsel pangsa pasarnya adalah paling tinggi di dunia adalah tertinggi di tempat pertama. Kasus merger dan akuisisi ini akan membantu memperkuat pasar Panasonic di bidang baterai isi ulang dan sel surya.

Sunday, 14 December 2008
BI menarik 4 (empat) pecahan uang kertas
Rp10.000 Tahun Emisi (TE) 1998 (Gambar Muka: Pahlawan Nasional Cut Nyak Dhien),
Rp20.000 Tahun Emisi (TE) 1998 (Gambar Muka: Pahlawan Nasional Ki Hajar Dewantara),
Rp50.000 Tahun Emisi (TE) 1999 (Gambar Muka: Pahlawan Nasional WR. Soepratman), dan
Rp100.000 Tahun Emisi (TE) 1999 (Gambar Muka: Pahlawan Proklamator Dr.Ir.Soekarno dan Dr. H. Mohammad Hatta, berbahan polymer).
“Bank Indonesia secara rutin melakukan pencabutan dan penarikan uang rupiah. Hal tersebut dilakukan dengan pertimbangan antara lain masa edar yang cukup lama dan perkembangan teknologi unsur pengaman (security features) pada uang”, demikian disampaikan S. Budi Rochadi, Deputi Gubernur bidang Pengedaran Uang.
Dengan pencabutan dan penarikan uang rupiah dari peredaran maka terhitung mulai tanggal 31 Desember 2008, empat pecahan uang tersebut tidak berlaku lagi sebagai alat pembayaran yang sah (legal tender).
Namun demikian, bagi masyarakat yang masih memegang uang pecahan-pecahan tersebut dapat melakukan penukaran dengan uang rupiah pecahan yang sama atau pecahan lainnya yang masih berlaku di kantor-kantor Bank Indonesia atau bank umum terdekat. Batas waktu penukaran empat uang pecahan tersebut di bank umum adalah sampai dengan tanggal 30 Desember 2013 atau 5 ( lima ) tahun sejak pencabutan dan penarikan uang tersebut. Sementara itu, batas waktu penukaran di Bank Indonesia adalah sampai dengan tanggal 30 Desember 2018 atau selama 10 (sepuluh) tahun sejak tanggal pencabutan. Hak untuk menuntut penukaran empat pecahan uang rupiah yang dicabut dan ditarik tersebut tidak berlaku lagi setelah 10 (sepuluh) tahun terhitung tanggal 31 Desember 2018.
Jakarta, 26 November 2008
BIRO HUBUNGAN MASYARAKAT
Filianingsih Hendarta
Kepala Biro
Thursday, 25 September 2008
Bulan Puasa Kok Berantem
Melihat di televisi perkelahian antar umat yang mengaku "NU" yang nota bene adalah organisasi islam dan "FPI" yang dengan jelas menyebut pembela islam di pengadilan sungguh sangat disayangkan, apakah mereka yang berkelahi itu tidak sedang berpuasa, tidak kah mereka islam? saya tidak memihak keduanya, karena dalam islam tidak mengajarkan kekerasan, islam adalah cinta damai, dakwah Nabi Muhammad SAW banyak dilakukan dengan jalan damai.
Sungguh bangsa yang besar ini terlarut dalam perkelahian yang tidak putus-putus perkelahian yang sia-sia dari perkelahian antar pelajar, Antar Mahasiswa, Antar Golongan, Antar Pengurus negara, tidak sadarkah banyak dari mereka yang berkelahi adalah Sesama islam, bukankah didalam ajaran islam itu kita diminta untuk tidak berburuk sangka, Untuk mempererat tali Ukhuwah islamiyah atau persaudaraan sesama muslim, tidak malukah mereka menggunakan kekerasan menggunakan Nama islam.
Saya mengajak sahabat-sahabat semua untuk menyadari hakikat puasa kita itu, bahwa bila kita tidak bisa menahan marah dan nafsu, maka puasa kita akan sia-sia tidak ada nilai pahala hanya mendapat lapar dan haus semata itukah yang kita cari... bukankah bulan ini adalah bulan yang penuh rahmat dan sarana untuk melatih diri untuk menjadi yang lebih baik?
Di dalam islam kita diajarkan sabar, tidak untuk dengki atau iri hati, maka di bulan ini kita seharusnya bisa menjadi lebih baik bukan, sayang momentum bulan ini selalu diisi dengan kekerasan dan buruk sangka terhadap sesama, didalam islam iri dan dengki adalah sumber pencukur pahala.
Cobalah pertanyakan apa yang kita dapat dari berkelahi, yang jelas kita tidak dapat apa-apa, seperti pribahasa kalah jadi abu, menang jadi arang, maka berkelahi adalah sia-sia, perbedaan pendapat itu wajar, karena banyaknya perbedaan pendapat dunia ini lebih hidup, tidal perlu kita mengedepankan emosi bukan.
Pada bulan puasa ini hakikatnya setan atau iblis dari golongan jin di ikat, tetapi kenapa masih terjadi perklahian, karena yang sesungguhnya yang diikat adalah setan dari golongan jin saja, tapi setan dari golongan manusia tidak, maka tetap sabarkan diri anda dalam menghadapi segala tantangan, provokasi, hasutan, atau isu-isu yang tidak bisa dipercaya. Semog bulan ramadhan ini penuh berkah kepada seluruh sahabat, dan menghasilkan sesuatu yang positif bagi kehidupan kita, keluarga, dan bangsa yang kita cintai ini.
Mari kita sambut Kemenangan idul Fitri, dengan kebersihan hati, jangan hanya menyambut idul fitri dengan kue-kue atau hidangan yang banyak, baju baru, atau ajang pamer kepada saudara-saudara yang ada. Saya mengucapkan selamat Idul Fitri yang akan jatuh 7 Hari kedepan, semoga kita bisa kembali Fitri setelah mengalami pengemblengan selamat 1 bulan penuh pada bulan ramadhan yang penuh rahmat ini.
SELAMAT HARI RAYA HARI RAYA IDUL FITRI..
1 Syawal 1429H
Mohon Maaf Lahir & Bathin Kepada Anda Dan Seluruh Keluarga
Erwin Arianto & keluarga
Monday, 31 March 2008
Bom Waktu Penganggur Sarjana
Bom Waktu Penganggur Sarjana
Oleh Misriadi
Senin, 24 Maret 2008
Dirjen Pendidikan Tinggi Depdiknas, Fasli Jalal mengungkapkan, setiap tahun lebih dari 1 juta lulusan perguruan tinggi tidak terserap dunia kerja alias menganggur. Diperkirakan jumlah itu meningkat pada 2007, karena data Badan Pusat Statistik (BPS) hingga Februari 2007 sudah menunjukkan angka 740.206 orang. Jumlah terbesar adalah dari lulusan universitas.
Harapan mendapat pekerjaan setelah lulusan perguruan tinggi selalu dibalut kekecewaan. Pasalnya, antara peluang dan pesaing tak seimbang. Optimisme memang harus dibangun, tetapi realitas yang ada pun tak bisa disembunyikan. Bahwa sederetan problem ketenagakerjaan yang menjadi penyakit lama negeri ini belum juga tampak ada tanda-tanda menuju kondisi yang lebih cerah dan menjanjikan. Sementara angka pengangguran di Indonesia telah mencapai 54% dari angkatan kerja, yakni sekitar 50 juta jiwa. Dari sejumlah itu, 60%-nya (sekitar 30 juta jiwa) adalah pengangguran terdidik, termasuk di dalamnya sarjana.
Kenapa bisa begitu banyak pengangguran? Banyaknya pengangguran ini paling tidak berpangkal pada tiga hal. Pertama, banyaknya angkatan kerja baru yang setiap tahun mengalir, namun tidak tertampung dalam dunia kerja. Keadaan demikian yang berlangsung terus-menerus telah menghasilkan tumpukan pengangguran. Ditambah lagi dengan persoalan kedua, yaitu adanya pemutusan hubungan kerja (PHK). Ketiga, kebanyakan orang tidak dapat berusaha mandiri akibat tidak memiliki modal, lahan maupun keahlian (skill) dan kesempatan.
Persoalan pertama dimungkinkan karena tidak seimbangnya penawaran tenaga kerja dengan kebutuhan. Bisa karena sempitnya lapangan kerja ataupun tidak sesuainya keahlian yang ditawarkan oleh pencari kerja dengan keahlian yang diperlukan dunia kerja. Selain itu, dunia pendidikan tidak menukik kepada persoalan yang praktis yang diperlukan dalam kehidupan.
Para sarjana yang menganggur itu kebanyakan adalah lulusan program studi non-eksakta (ilmu sosial, hukum, pendidikan dan politik). Menurut data, dari 2,2 juta mahasiswa Indonesia (1,6 juta di PTS, sisanya di PTN), 78% diantaranya menempuh kuliah di bidang studi pendidikan dan ilmu-ilmu sosial, sedang 12% di bidang teknologi dan hanya 10% yang menempuh kuliah di bidang sains.
Proporsi di atas rupanya terbalik. Menurut beberapa pakar, program studi yang ditawarkan berkaitan dengan sains dan teknologi harus jauh lebih besar dibanding dengan program studi pendidikan dan sosial. Karena untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang pesat, yang dibutuhkan adalah pengembangan ilmu-ilmu eksakta, terutama bidang-bidang yang mampu menjawab tantangan industrialisasi. Jelas sekali bahwa pengangguran memang terkait dengan strategi pengembangan sumber daya manusia (SDM), disamping tidak bisa dilepaskan dari tatanan ekonomi yang dijalankan.
Tak bisa dipungkiri bahwa maju mundurnya ekonomi suatu negara tidak lepas dari seberapa jauh negara tersebut "menyelenggarakan" pengembangan SDM. Jepang yang 50 tahun lalu hancur akibat kalah perang, kini menjadi adikuasa ekonomi. Begitu juga dengan Malaysia yang pada thun 1970-an masih mengimpor guru dari Indonesia, kini memiliki GNP 4 kali lipat Indonesia. Hal ini tentu tidak lepas dari kesungguhan mereka menggarap SDM.
Berbicara tentang SDM, apalagi dikaitkan dengan tenaga kerja terdidik, adalah tantangan nasional bagi dunia pendidikan kita, terutama perguruan tinggi. Sejak awal 90-an sebenarnya telah ada kebijakan Ditjen Dikti (Pendidikan Tinggi) yang secara langsung atau tidak langsung berupaya meningkatkan penerimaan tamatan perguruan tinggi oleh pengguna tenaga kerja (industri), yaitu adanya paradigma baru perguruan tinggi tentang otonomi, akuntabilitas, akreditasi, evaluasi dan mutu. Bahkan, dekade 80-an, pernah ada gagasan pendidikan kewirausahaan (entrepreunership), suatu proses yang kreatif yang merangsang dan mendorong inovasi dan pertumbuhan ekonomi.
Pendidikan kewirausahaan diyakini mampu memberi kontribusi penting bukan hanya memberi andil dalam pembangunan ekonomi bangsa, tetapi juga membuat terobosan untuk mengatasi lapangan kerja yang makin sulit dalam situasi krisis dewasa ini. Apalagi, di tahun 1996 kita sebenarnya telah mencanangkan Gerakan Pemuda dalam Kewirausahaan. Peristiwa ini setidaknya menjadi sebuah momen yang seharusnya dapat memotivasi para pemuda untuk berwirausaha. Jiwa kewirausahaan ini perlu ditingkatkan karena selama ini wirausaha belum menjadi profesi bergengsi dalam kultur masyarakat Indonesia, khususnya pribumi.
Persoalannya sekarang bagaimana lulusan perguruan tinggi ini dapat berperan di dalamnya? Ada dua pendekatan yang mungkin dilakukan untuk mempersiapkan para lulusan yang mampu terjun ke dunia wirausaha. Yaitu pendekatan struktural dan kultural. Pendekatan struktural berkaitan dengan institusi/perguruan tinggi sebagai pencetak lulusan yang berkualitas. Pihak institusi perlu segera mempertimbangkan sistem pendidikan yang diberlakukan. Sistem pendidikan tersebut perlu selalu berorientasi ke masa yang akan datang tanpa menafikan persoalan-persoalan yang sedang berkembang saat ini. Setelah diketahui inti permasalahannya barulah membahas program studi ataupun mata kuliah yang cocok untuk mendukung permasalahan tersebut.
Pendekatan yang kedua adalah pendekatan kultural, yaitu pendekatan yang dapat menumbuhkan sikap kemandirian, kepercayaan diri, jiwa kepemimpinan serta kepekaan terhadap lingkungan sehingga secara langsung atau tidak langsung akan menumbuhkan sikap kewirausahaan tanpa melupakan pihak atau golongan ekonomi lemah.
Dan yang lebih penting lagi adalah untuk dapat menjamin serta memberikan suasana dan iklim yang mendukung pengembangan kewirausahaan sebagai salah satu mata rantai perekonomian ini adalah bagaimana mewujudkan kemauan baik (good will) pemerintah/negara dalam menata kembali sistem perekonomiannya dengan menyadari bahwa sistem ekonomi Indonesia yang kapitalistik ini telah melahirkan banyak kesenjangan dan ketidakadilan.
Jadi, untuk mengatasi pengangguran mutlak diperlukan reformasi di bidang pendidikan dan tatanan ekonomi. Jika tidak segera dilakukan, di masa datang problem ini akan semakin berat, bahkan bukan mustahil akan menjadi bom waktu yang suatu ketika akan meledak. ***
Penulis adalah peneliti di Lembaga Studi HARMONI, Bogor
Kekayaan Sumber Daya Harus Menyejahterakan Rakyat
Kekayaan Sumber Daya Harus Menyejahterakan Rakyat
Senin, 24 Maret 2008
Sungguh melegakan bila benar lonjakan harga minyak bumi di pasar dunia tidak bakal membuat ekonomi nasional kolaps sebagaimana kata Wapres Jusuf Kalla saat berbicara dalam forum pertemuan saudagar Tatar Sunda di Bandung, kemarin.
Pernyataan itu melegakan karena hari-hari ini kita justru amat mencemaskan kemungkinan ekonomi nasional mengalami kolaps akibat harga minyak bumi terus-menerus naik hingga mencapai level yang tak pernah terbayangkan. Kita cemas karena boleh dikatakan kita trauma oleh krisis ekonomi-keuangan yang menerpa kita persis satu dasawarsa lalu.
Krisis ekonomi-keuangan itu memang sungguh terasa pahit dan menyengsarakan. Bukan saja ongkos pemulihan terbukti amat mahal, melainkan juga dampak krisis yang harus kita tanggung begitu berkepanjangan. Bahkan bagi kalangan tertentu, hingga sekarang dampak itu relatif masih terasa.
Jadi, amat beralasan masalah gejolak harga minyak bumi di pasar dunia belakangan ini serta-merta membuat kita miris dan cemas: bahwa ekonomi nasional berisiko kembali mengalami krisis dan kolaps. Terlebih lagi pemerintah sendiri justru terkesan gamang atau bahkan panik dalam menghadapi masalah terkait lonjakan harga minyak dunia ini. Paling tidak, kesan tersebut terlihat dari sikap labil pemerintah dalam menetapkan angka-angka asumsi ekonomi makro dalam APBN Perubahan 2008.
Tapi kesan itu coba diluruskan oleh Wapres Jusuf Kalla. Dia berupaya meyakinkan berbagai kalangan bahwa ekonomi nasional relatif aman. Meski harga minyak mentah di pasar dunia kini sudah melampaui 110 dolar AS per barel dan belum terlihat tanda-tanda segera meluncur turun kembali, ekonomi kita tak bakalan kolaps.
Benarkah? Kita sependapat dengan Wapres bahwa kita memiliki sumber energi lain yang relatif melimpah, khususnya gas alam dan batu bara. Sama seperti minyak bumi, harga gas alam dan batu bara di pasar dunia juga kini melangit.
Di luar potensi sumber daya energi, kita juga memiliki banyak sumber daya mineral lain yang juga tak kalah punya nilai jual tinggi. Ditambah sejumlah komoditas pertanian dan perkebunan, seperti karet atau minyak sawit, kekayaan sumber daya alam ini memang bisa membuat fondasi ekonomi kita kokoh kuat dalam menghadapi dampak gejolak ekonomi global.
Dikaitkan dengan gejolak harga minyak mentah sekarang, itu berarti ekonomi kita memang tak perlu sampai tertohok, apalagi kolaps. Tekanan harga minyak bumi tak mesti menjadi faktor yang mengakibatkan ekonomi kita semaput. Bahkan, seharusnya, gejolak harga minyak bumi menjadi durian runtuh yang menyejahterakan kehidupan ekonomi kita sebagai bangsa.
Tetapi, faktanya, tidak seindah itu. Gejolak harga minyak bumi di pasar global terbukti tak menjadi durian runtuh bagi ekonomi nasional. Memang, tampaknya, gejolak itu tak bakal sampai membuat ekonomi kita kolaps. Namun gejolak tersebut tak urung merepotkan ekonomi kita. Sampai-sampai Menkeu sempat berkeluh-kesah bahwa APBN terancam menjadi tidak sehat karena gejolak harga minyak bumi membuat subsidi BBM melonjak hebat.
Begitu pula komoditas lain. Gejolak harga minyak sawit mentah (CPO) di pasar internasional selama hampir setahun terakhir, misalnya, membuat rakyat kebanyakan menjerit didera kesengsaraan akibat harga minyak goreng melejit. Dalam konteks ini, berkah kenaikan harga CPO praktis hanya dinikmati kalangan petani sawit, produsen, serta eksportir CPO.
Jelas, kenyataan itu tak semestinya terjadi kalau saja kita pandai mengelola sumber daya alam. Ini tidak hanya merujuk pada aspek teknis penggalian dan pengolahan sumber daya menjadi komoditas bernilai secara ekonomi, melainkan terutama terkait aspek distribusi manfaat. Dalam kaitan ini, kita masih harus belajar sungguh-sungguh agar berbagai sumber daya yang kita miliki benar-benar menjadi faktor yang melahirkan kesejahteraan bagi kehidupan kita bersama sebagai bangsa. Artinya, berkah ekonomi berbagai sumber daya yang kita miliki benar-benar bisa dinikmati relatif merata oleh segenap anak bangsa.
Wednesday, 2 January 2008
Karena Sering Bias, Masyarakat Malaysia Boikot Koran Utama
Karena Sering Bias, Masyarakat Malaysia Boikot Koran Utama
Kuala Lumpur (ANTARA News) - Masyarakat Malaysia yang disponsori oleh Gerakan Anti Salah Maklumat (Gasak) akan memboikot beli koran-koran utama yang dikelola kelompok bisnis media Utusan Malaysia dan News Strait Times, karena dinilai sering membuat berita yang tidak berimbang dan membohongi masyarakat.
"Kami mulai kampanye untuk tidak membeli koran-koran seperti Utusan Malaysia, Berita Harian, Metro, News Strait Times, Kamis 29 November 2007. Cara ini cukup efektif ketika dilaksanakan tahun 1999 ketika masyarakat melawan tindakan kerajaan Malaysia soal pencopotan Anwar Ibrahim," kata Ketua Gasak Khalid Jaafar, kepada ANTARA di Kuala Lumpur, Minggu.
Beberapa aktivis politik dan LSM yang hadir pada peluncuran kampanye boikot koran-koran Utusan Malaysia dan News Strait Times ialah Dr Xavier Jayakumar, Wakil Ketua Angkatan Muda Partai Keadilan Amiruddin Sari dan wakil Middle Eastern Graduate Centre Mustaqim.
Aksi boikot untuk tidak membeli koran targetnya adalah semua produk percetakan dua kelompok bisnis Utusan Malaysia dan NSTP karena kedua-duanya "dibekingi" oleh UMNO dan BN (Barisan Nasional).
"Kampanye ini dilakukan setelah mendapati koran-koran terbitan mereka menyebarkan maklumat yang salah, atau berat sebelah, terutamanya isu-isu politik," kata Khalid.
Tiga tuntutan utama Gasak ialah "Hentikan informasi bohong, "Berita yang seimbang bagi semua pihak", "Kebebasan editorial".
"Industri media seharusnya bebas dan para editor tidak seharusnya mendapat tekanan pemerintah atau pemilik perusahaan. Ia tidak boleh dipengaruhi oleh siapa pun kecuali para editor itu sendiri," ujar dia.
Salah satu contohnya, jumlah demonstran yang ikut kampanye BERSIH yang menuntut Pemilu Jurdil, Sabtu 10 November 2007 di Kuala Lumpur.
Koran seperti Utusan Malaysia dan Berita Harian memberitakan jumlah massanya hanya sekitar 4.000 orang, tapi Al-Jazeera, Reuters, AFP memberitakan sekitar 30.000, bahkan harian Harakah milik partai PAS memberitakan massanya 100.000.
Kasus demontrasi sekitar 5.000 pendukung Hindraf (Hindu Rights Action Force), Minggu 25 November 2007 di Kuala Lumpur. Koran-koran seperti Utusan Malaysia dan Berita Harian esoknya memberitakan keganasan para demonstran.
Padahal pers asing seperti Al-Jazeera, Reuters, Suara Keadilan dan Harakah memberitakan keganasan polisi Malaysia terhadap demonstran.
Gasak akan menemui Anwar Ibrahim, Presiden PAS (Partai Islam Malaysia), Abdul Hadi Awang dan Ketua Umum DAP (Democratic Action Party) Lim Kit Siang bagi mendapat dukungan untuk mensukseskan kampanye ini.
Gasak pernah melakukan tindakan serupa tahun 1999 yang dinilai cukup efektif. Bahkan cukup banyak masyarakat Malaysia yang tidak mau beli koran-koran utama hingga saat ini, dan mencari informasi melalui internet termasuk Blog.
Oleh karena itu, kerajaan Malaysia sempat dibuat "pusing" dan "gerah" dengan informasi para blogger. Pengelola website Malaysia Today Raja Petra Kamarudin saat ini diseret ke pengadilan untuk membuat takut para pengelola Blog.
Tidak mau kalah, Menteri Penerangan Malaysia Zainuddin Maidin pada hari yang sama mengatakan akan memasang papan pengumuman di semua tempat umum untuk menempel koran-koran agar masyarakat dapat membaca sambil menunggu.
"Mulai awal tahun depan, papan yang berisi koran-koran ini akan dipasang di berbagai tempat umum," katanya.
Seorang pengamat media massa Malaysia Nasrullah Ali Fauzi MA mengatakan, langkah Gasak dan Menpen Zainuddin Maidin ini tidak terlepas dari pemanasan menjelang Pemilu yang sebentar lagi.
"Perang opini publik merupakan strategi dalam upaya memenangi Pemilu," katanya.
(*)
Copyright © 2007 ANTARA
http://antara.co.id/arc/2007/12/2/karena-sering-bias-masyarakat-malaysia-boikot-koran-utama/
Monday, 29 October 2007
Disumpah, Geng Motor Berani Merampok Dan Membunuh
Kamis 25 Oktober 2007, Jam: 9:37:00
BANDUNG (Pos Kota) - Awalnya geng motor hanya kumpulan anak-anak remaja yang hobi ngebut dengan motor, baik siang maupun malam hari di Kota Bandung. Mereka melakukan balapan motor alias trek-trekan di jalanan umum. Tapi kini, geng motor kini sudah meresahkan masyarakat, karena sepak terjangnya makin beringas.
Kelompok ini sekarang sudah menyebar ke berbagai wilayah, meski organisasi induknya tetap berada di Kota Bandung, Jawa Barat.
Untuk mengetahui, kenapa mereka berubah brutal dan jahat, kita mesti lebih dulu mengetahui latarbelakang organisasinya dan doktrin yang diterapkan saat mereka direkrut yang disebut sumpah.
Setiap anggota geng motor dalam sumpahnya, harus berani melawan polisi berpangkat komisaris ke bawah. Anggota harus berani melawan orangtuanya sendiri. Sumpah terakhir, anggota harus bernyali baja dalam melakukan kejahatan .
Demikian tiga sumpah anggota geng motor di Bandung dalam 'buku putihnya' yang ditemukan polisi pada tahun 1999. Dokumen setebal 20 halaman yang diamankan Kapolwiltabes Bandung saat itu, Kolonel (Kombes-Red) Yusuf Mangga Barani, nampaknya menjadi 'sumpah' atau patokan geng motor selama ini.
4 GENG TERKENAL
Berdasarkan penyelidikan, ada empat geng terkenal di Kota Bandung, yakni Exalt To Coitus (XTC), Grab On Road (GRB), Berigadir Seven (Briges) dan Mounraker yang pada hakikatnya memiliki 'ideologi' sama, mencetak anggota dari kalangan siswa SMP dan SMA menjadi remaja yang berperilaku jahat dan tak lepas dari tiga sumpah di atas. Anggota bukan saja laki-laki, tetapi banyak juga remaja putri yang senang ngumpul-ngumpul, berbaur dengan putra.
Merujuk dari tiga poin doktrin geng motor tersebut, dapat dimaklumi kalau mereka selalu berbuat jahat karena termotivasi doktrin yang ada di kumpulanya itu. Hanya saja, aksi kejahatan mereka kini semakin membabi buta. Bukan saja sebatas tawuran atau merampas sepeda motor, tapi mereka sudah berani merampok dan membunuh. Masalah kejahatan inilah yang kini jadi 'momok' warga Bandung untuk keluar pada malam hari. Dan sering membuat kewalahan polisi untuk memberantasnya.
class="fullpost">
POTONG JARI
Geng XTC berdiri pada tahun 1982 di Kota Bandung. Dengan menancapka bendera putih biru muda bergambarkan lebah itu awalnya didirikan sekelompok anak SMA swasta elite di kota ini. Rekruitmen anggota terus digenjot kelompok ini. Sehingga pada usia belasan tahun geng ini mampu menarik anak sekolah dan dengan cepat berkembang di daerah-daerah di Jawa Barat.
Exalt To Coitas tercatat beranggotakan di atas 5.000 orang. Anggota ini tersebar mulai Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Ciamis, Garut, Tasikmlaya, Sumedang, Cianjur, Subang, hingga Cirebon dan Kuningan. Sejalan dengan tipe lebah, anggota geng tersebut selalu kompak bila ada anggotanya yang disakiti anggota geng lain. Bagaikan lebah, ketika disakiti, mereka terus memburu musuh-musuhnya yang menggangu kenyaman hidup mereka.
"Kami mengakui kalau XTC merupakan geng terbesar di Bandung dibanding tiga geng lainnya. Kekuatan semakin besar egonya pun tak ketulungan. Walau geng lain tak menggangu, XTC selalu membuat masalah," kata sejumlah pentolan geng motor yang menolak ditulis namanya.
XTC geng motor yang terkuat saat ini. Jumlah anggota semakin bertambah, sehingga 'daerah jajahan' nya pun semakin luas. Semula XTC hanya menguasai sejumlah ruas jalan di Kota Bandung mulai Jalan Peta, Buahbatu, Gatot Subroto dan Jalan Diponogoro. Namun, belakangan, daerah kekuasaan geng ini semakin bertambah dan mampu mencaplok daerah Jalan Dago, Pasteur hingga Kiaracondong.
Dengan adanya eksvansi daerah kekuasaan ternyata banyak menyinggung kewibawaan geng motor lainnya di Kota Bandung. Buntunya, percikan pertengkaran dan saling serang menyerang terus terjadi meski harus menumbalkan nyawa anggotanya.
"Diakui atau tidak, geng XTC dimusuhi tiga geng lainnya. Ini bukan impian tapi kenyataan," kata para remaja di Bandung.
Dalam membuat anggota baru, XTC memiliki cara tersendiri. Para anggota yang datang dari lingkungan sekolah SMP dan SMA selalu digodok di daerah Lembang selama empat hari untuk mengikuti training loyalitas.
Polisi jajaran Polwiltabes Bandung mencatat, training loyalitas yang diterapkan bukan berupa pelajaran sekolah, melainkan berupa penggojlokan fisik mulai ditendang diinjak dan dipukul. "Penyiksaan ala IPDN terhadap praja lebih ringan dibanding penyiksdaan di XTC. Dan cuplikan gambar tersebut ada di "CD" yang berhasil diamankan Polwiltabes," kata sejumlah anggota polisi.
Yang lebih parah lagi, semua anggota baru yang lulus dalam uji loyalitas, harus mengikuti tes terakhir ketika mereka pulang ke rumah. Tes itu berupa mengendarai sepeda motor Lembang-Bandung tanpa harus menggunakan rem . "Latihan ini yang kini terus dikembang dalam aksi kejahatan perampasan perampokan dan penyerangan di tengah jalan," kata dia. Anggota XTC memiliki keunikan tersendiri dalam organisasinya.
Setiap orang mengundurkan diri dari keanggotaanya yang bersangkutan diharuskan potong jari kelingking. Upacara ini menandakan kesetiaan seseorang terhadap geng. Luar biasa !
MINUM DARAH ANJING
Berbeda dengan geng motor Brigadir Seven (Briges) dalam merekrut anggota barunya. Tiga doktrin utama seperti musuhi polisi, lawan orang tua, dan berlaku jahat di tengah malam terus dikembangkan pada tubuh geng yang semula beranggotakan siswa SMA 7 Bandung. Terhadap anggota baru, Komandan Briges terus melakukan uji nyali mulai keterampilan dalam beraksi hingga mereka diharuskan minum darah anjing dan ayam. Konon, dua darah ini bisa menubuhhkan rasa berani pada diri seseorang.
Dengan keberaniannya dalam beraksi, Briges mengalami perkembangan cukup lumayan. Di bawah bendera negera Jerman bergambarkan kelelawar hitam, Briges terus mengembangkan sayap dalam dunia geng hingga mengalami kekuatan kedua setelah XTC.
Dalam dunia 'pergengan' di Bandung, Briges yang berdiri pada tahun 1980-an menempati posisi kedua dan sekaligus musuh bubuyutan XTC.
Beberapa tahun belakangan, Briges berubah arti. Semula Brigadir Seven, tiba-tiba pada tahun 1999 berubah menjadi Brigadir Gestapu. Ketika nama Gestapu melekat pada kelompok mereka aksi brutalnya pun semakin menjadi-jadi. Setiap hari terus tawuran dan menyerang sekolah-kolah di Bandung. Tak kurang dari seminggu tiga kali, Beriges selalu bentrok dengan XTC.
Dalam pencaturan wilayah kekuasaan, Briges hanya mengendalikan beberapa jumlah ruas jalan yang ada di Bandung. Jalan Lengkong Kecil dan Besar, tempat sekolah mereka berdiri, merupakan daerah kekuasaan utamanya yang tak bisa diganggu siapapun. Ketika nyalinya semakin tinggi, Jalan Asia Afrika berhasil diambilalih termasuk Jalan Sudirman kota Bandung.
Moonraker, geng motor yang beridiri pada tahun 1978. Para pendiri geng ini merupakan siswa SMA yang ada di Jalan Dago yang mencintai dunia balapan motor pada waktu itu. Nama geng itu sendiri diambil dari judul film James Bond yang sedang naik daun pada waktu itu. Dalam pencaturan jumlah anggota geng ini di bawah Briges. Kecilnya anggota bukan jadi ukuran dalam dunia kejahatan.
Anggota Moonraker sama saja dengan yang lain, beringas, ganas dan selalu siap perang pada malam hari. Di bawah naungan bendera merah putih biru bergambarkan kelelawar, Mounraker mampu berkuasa di kota ini. Sepanjang Jalan Dago, Dipati Ukur dan Dago pojok merupakan wilayah kekuasaanya. Belakangan geng ini sering bentrok dengan XTC menyusul sebagian wilayahnya telah dieksvansi geng itu.
Grab On Road (GRB) merupakan geng motor paling bontot di Kota Kembang. Anggota mayopritas anak SMP 2 yang memiliki hobi balapan setiap malam. Di bawah bendera merah kining hitam, geng tetap berjalan meski anggotanya hanya sedikit dibanding tiga geng lainnya.
Daerah kekuasaan mereka sepanjang Jalan Sunda, Sumatera dan sekitarnya.
"Geng ini lamban dalam melakukan perkerutan anggota. Hal itu tertjadi karena pentolan pengurus masih anak SMP sehingga pola pegembangan organisasdinya cukup lamban. Kejahatan, jangan ditanya. Beringasnya sama saja," kata polisi.
INCAR EMPAT GENG
Empat geng motor yang terus membuat kisruh di Bandung nyatanya turut mengundang 'amarah' polisi. Tak tanggung-tanggung, Kapolrtesta Bandung Tengah AKBP Mashudi menegaskan empat geng motor itu yang menjadi inacaran kepolisian. " Keempat geng ini incaran kami karena selalu bikin ulah," tandasnya.
Polisi mengincar geng motor sangat dimalumi. Pasalnya, dalam dua bulan terakhir tercatat tiga warga tewas sia-sia akibat dibantai anggota geng motor. Sebut saja Asep siswa SMA tewas dibantai kemudian mayatnya dibuang ke sungai di Celenyi Kabupaten Bandung. Kemudian sensi anak SMA tewas dibantai geng motor dan mayatnya dibuang diselokan daerah margahayu raya. Korban ketiga PNS Kanwil Bea Cukai Merak Banten.
Putu. Korban ini dibantai ketika sedang silaturahmi ke teannya di Bandung.
Aksi kejahatan yang dilakukan geng motor, lanjut Mashudi, sangat monoton. Mereka berkelompok menyergap merampas dan menguras hartanya. Bila melawan korban dihabisi. " Geng ini tak mau bergerak sendirian," tegasnya. Dari fakta yang ada, lanjut dia, korban warga biasa (diluar anak sekolah) dibunuh ketiuka mereka melawan. Alasan melakukan pembunuhan sangat enteng yaitu salah sasaran.
Jika korban menimpa anak SMA itu murni dibantai karena adanya permusuhan antara geng. Korban terpaksa dibantai karena diduga menyakiti anggota geng lain, atau mengkhianati geng yang korban masuki. " Pengunglapan sangat a lot karena pelajar yang berhasil ditangkap selalu tutup mulut untuk ketika ditanya masalah gengnya itu,".
Berdasar bukti yang ada, anggota geng motor merupakan anak dari para pejabat yang ada di kota bandung. Melihat status sosial orang tuanya, ada kesan polisi nampak menutup sebelah mata terhadap aksi kejahatan geng motor tadi. Namun, Kapolda Jabar Irjen Pol Sunarko, memberikan sinyal, supaya geng motor yang berulah diproses secara hukum. "Tak peduli anak siapa dan darimana, kalau bersalah proises sesuai hokum," tegas kapolda kemarin.
BISA MEMBAHAYAKAN
KRIMINOLOG Soedjono, berkomentar blak-blakan masalah geng motor ini. Dia mengaku blak-blakan atas keburutalan mereka. "Jangan dibiarkan, bisa-bisa nantinya membahayakan!"
Geng motor kata dia, merupakan wadah yang mampu memberikan gejala watak keberingasan anak muda. Perkembangannya, tak lepas dari trend an mode yang sedang berlangsung saat itu. "Aksi brutal itu perlu diredam. Mulanya berbuat jahat dari yang ringan seperti bolos sekolah, lama-lama mencuri, merampok dan membunuh. Lumrahnya jika sudah berani jahat ada indikasi mereka mengkonsumsi narkoba," kata dia.
Menyikapi masalah ancaman terhadap polisi, demikian Soedjono, perlu dijadikan alat kaji diri untuk kepolsian. Ancaman mereka nampaknya serius karena anggota geng mengakui polisi merupakan penghalang utama dalam melakukan kejahatan. "Mereka berlaku jahat ujung-ujungnya berusurasan dengan polisi. Makanya mereka benci polisi," tuturnya.
Begitu pun membenci melawan orang tua. Mereka sadar karena masih sekolah sumber keuangan ada di orang tua. Olehgkarenanya, jika orang tua tak memberi uang cukup, mereka terpoaksa membenci dan mengancam orangtuanya tadi. Sedang aksi kejahatan berupa perampasan dan perampokan, merupakan jalan lain untuk m,endapatkan penghasilan. " Pola piker seperti harus segera dihentikan,".
Solusi konkret yang perlu ditempuh adalah, kepolisian haruis konsisten memberantas mereka. Kemudian DInas pendidikan dan sekolah harus turut bergandeng tangan dengan polri dalam meminimalisir aksi kejahatan itu. " Jangan ada kesan Diknas cuci tangan Karen ada polisi. Cuci tangan ini yang membahayakan," katanya.
TEMBAK DITEMPAT
Kebrutalan geng motor bukan saja dirasakan pihak kepolisian. Warga pun kini mulai merasa gerah akan ulah mereka. Aksi mereka yang dilakukan tengah malam, membuat rasa takut warga Bandung untuk jalan-jalan di malam hari. " kami merasa tak nyaman malam hari di bandung. Khawatir geng motor nyerang dan merampas motor. Olehkarenya kami setuju kalau mereka yang berbuat jahat tembak ditempat saja," kata warga, Yunus,45,.
Hal sama diungkapkan tokoh masyarakat wilayah Bandung Timur. H. Muhamad Husein dengan tegas meminta supaya polisi bertyindak tegas kepada geng motor ketika melakukan aksi kejahatan. " kami piker tak perlku pusing kalau sudah cukup bukti dan tertanghkap basah berlaku jahat tembak mati saja," katanya.
Tembak mati atau tembak melumpuhkan, merupakan stimulus jitu untuk memberikan efek jera pada meraka. Namun, action polisi mengarah ke penembakan itu belum, ada, sehingga ada kesan polri sangat menutup mata akan kejahatan geng motor tadi. " Geng motor yang diproses di perngadilan tak akan memberikan efek jera. Ketika pelaku divonis bebas, rekan-rekannya menyambut dan mengelu-elukan. Jika anggota geng motor ditangjap dan diadili maka anggota itu menjadi pahlawan," tegasnya.
Olehkarenya, untuk memberikan rasa aman pada warga dan tamu luar kota yang dating ke bandung, tiondakan tegas kepada anggota geng motor harus segera dilakukan. " Kami sangat prihatin bila ada tamu ke Bandung kemudian tewas dibantai geng motor. Mereka telah merusak citra kota Bandung," katanya, seraya menambahkan, warga luar kotra yang ada di bandung waspadalah bila jalan-jalan pada tengah malam. (dono)
Thursday, 27 September 2007
Sebanyak Sembilan Orang PNS Purwakarta Terkena Hukuman
PURWAKARTA -- Dalam kurun waktu 1,5 tahun sejak dibentuknya dewan kehormatan (DK) BKD, sebanyak sembilan orang pegawai negeri sipil (PNS) di Kab Purwakarta terkena hukuman atau punishment.
Berdasarkan data yang diperoleh Republika, dari sembilan orang tersebut, tiga di antaranya terkena hukuman pemecatan dengan tidak hormat, dan sisanya pembebasan jabatan.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kab Purwakarta, Zaenal Arifin, mengatakan, PNS yang mendapatkan sanksi itu dikarenakan sering mangkir dalam bekerja. Mereka yang mendapat sanksi itu, lanjut dia, sering tidak masuk kerja tanpa keterangan selama enam bulan berturut-turut.
Dikatakan Arifin, meskipun pihaknya telah memberikan sanksi bagi PNS yang melanggar aturan, tapi untuk menentukan sanksi terhadap PNS yang indisipliner diperlukan proses yang cukup panjang. ''Kita tidak bisa dengan serta-merta memecat seseorang. Meskipun dia sering melanggar aturan, namun kita masih memberikan toleransi untuk mengubah sikap,'' ujar Arifin kepada Republika di Gedung Wikara Purwakarta, Rabu (26/9).
Ditemui terpisah, Kabid Pendidikan Kajian Hukum dan Kebijakan Publik BKD Purwakarta, Nanang Nugraha, mengatakan, PNS yang mendapatkan sanksi di Purwakarta, kebanyakan karena melanggar PP No 30/1980 tentang Peraturan Disiplin PNS. Selain kebanyakan mangkir dalam bekerja, kata dia, dari sembilan orang yang mendapatkan sanksi itu, ada yang diberhentikan dengan tidak hormat karena tersandung kasus korupsi dan poligami.
win
( )
http://republika.co.id/koran_detail.asp?id=308580&kat_id=90
Malaysia Tembak Kapal Polisi Air RI
Polisi laut Malaysia telah menembak speed boat Polisi Air Indonesia karena dianggap memasuki perairan Malaysia secara tidak sah dan mengabaikan tembakan peringatan, sehingga speed boat dan tiga awak kapal kini ditahan kepolisian Johor Bahru.
Kepala Polisi Johor Hussin Ismail menjelaskan, polisi laut wilayah Selatan awalnya tidak mengetahui speed boat yang mencurigakan itu milik Polisi Air Laut (Polair) Indonesia, demikian media massa di Kuala Lumpur, Kamis (27/9).
Setelah berhasil mendekati speed boat itu barulah kelihatan kapal asing itu ada tulisan "POLISI" pada bagian dek luar kapal itu.Namun belum diperoleh data yang jelas mengenai kapan dan dimana lokasi kejadian ini .
"Polisi laut mengintai kapal itu setelah mendapat informasi adanya kapal mencurigakan memasuki perairan Malaysia," kata Hussin.
Polisi laut Malaysia kemudian memberikan tembakan peringatan tapi diabaikan. Setelah kejar-kejaran selama 30 menit, dan jaraknya semakin dekat barulah ditembak sekali lagi dan mengenai mesin kapal itu sehingga tidak bisa lari lagi.
Polisi laut Malaysia kemudian menaiki kapal Polair Indonesia dan menemui tiga orang Indonesia. Salah satunya mengaku sebagai polisi, dan dua orang lainnya adalah nakhoda dan staf juru mudi kapal. Ketiganya hingga kini ditahan di kepolisian Johor Bahru untuk penyidikan lebih lanjut.
Kepala Polisi Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur Kombes (Pol) Setyo Wasisto mengakui adanya kejadian itu.
"Saya baru akan berangkat ke Johor Bahru untuk menyelidiki kasus itu. Nanti saya kabari lagi," katanya.
[EL, Ant]
http://gatra.com/artikel.php?id=108139
